Keluarga Ika adalah keluarga kecil yang berbahagia yang sederhana, tidak muluk-muluk tetapi berprinsip bagaimana kita tetap maju untuk menjalani hidup di muka bumi ini, prinsip selalu mensyukuri setiap hal yang terjadi dan dialami diyakininya merupakan ijin Tuhan atas perjalanan hidup merupakan hal yang selalu dipegang dan diajarkan kepada anak-anak kandung bahkan terhadap anak didik dan orang-orang yang berada di sekitarnya. Yang terpenting adalah apa yang dapat kita lakukan, lakukanlah semaksimal mungkin dengan segala daya upaya dan kesungguhan sebagai manusia yang berusaha survive tetapi apabila sudah diupayakan maksimal dan belum memuaskan juga, maka bukan putus asa penyelesaiannya tetapi sudah merupakan wewenang dari Tuhan yang Maha Kuasalah permasalahan itu.
Istri bernama Evi Inawati asli dari Gurah Kediri yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga meskipun latar belakang pendidikannya D3 Keperawatan dari Akper RKZ (Panti Waluya Sawahan) Malang ibu yang satu ini lebih memilih untuk mengabdikan diri bagi kebahagiaan kelurganya dengan memikirkan sepenuh hati melayani suami tercinta dan anak-anaknya 3 orang putra. Sehingga praktis di rumah dialah Ratu Rumah Tangga dan Puteri tercantik karena sampai hari inipun Dialah satu-satunya wanita dalam keluarga Ika.
Anak-anak berjumlah 3 orang dan semuanya pria, sebenarnya Tuhan mengaruniakan 4 orang anak, akan tetapi setelah anak pertama lahir, anak ke-2 hanya berusia 1 bulan lebih dalam kandungan saat isteri mengalami keguguran tetapi setelah itu Tuhan memberikan ganti 2 orang anak lagi hadir dalam pernikahanku. Kevin (11 th), Steven (9 th), dan Peter (6th) itulah buah hatiku berdua yang Tuhan karuniakan dalam 12 tahun pernikahan kami (tgl. 20 Oktober 1996).
Terus terang aku masih merindukan Tuhan memberi tambahan anak perempuan dalam hidup saya, tetapi terpaksa kami tunda dulu mengingat keberadaan 3 anak yang telah ada sudah memerlukan konsentrasi yang ekstra agar mereka dapat tumbuh berkembang dan maju dengan maksimal. Unik juga kalau aku pikir-pikir, anak I & II lahir saat aku bertugas sebagai dokter PTT kepala Puskesmas Waren, Kecamatan Waren, Kabupaten Yapen Waropen di Irian Jaya (1996-1999), dan anak ke III lahir th 2002 saat aku menjadi peserta didik spesialisasi Emergency Medicine di FK Unibraw Malang (2000-2007). Dan aku berharap apabila situasi sudah lebih konduksif Tuhan tambahkan perempuan satu disaat aku menjadi Spesialis Emergency Medicine, doakan para blogger sekalian Amin!!!

10 komentar:
Kami berharap Pak Dokter Ika dan Keluarga selalu diberi kesuksesan dalam berkarya dan keluarga yang bahagia.
Ternyata istri sampeyan masih tetangga saya , Pak.
Salam
Wildan Syafitri
Goettingen
Jerman
selamat siang dr.Ika. saya alumni dari FK UKI yang tertarik di bidang emergency medicine. saya mau tanya berapa lama pendidikan Emergency medicine? kemudian ada batasan usia tidak? berapa biaya yang harus dikeluarkan mulai dari uang masuk dan sebagainya? terima kasih sebelumnya. salam: L.L.Edho Yuwono.
Hallo Mas Wildan, piye kabare wah ujug2 sampeyan udah di Jerman, sedang apa dan kapan balik ke Indonesia?? Jangan2 udah kecantol cewek sana?? Omong2 udah married kan?? kapan pulang dari Irian wah.. cerita donk, saya tunggu ya kabarnya, tq
Target lama pendidikan 8 semester, kebetulan saya melebihi target mengingat saya angkatan ke 2 di mana model kurikulumnya masih semrawut saat itu, ilmu2 yang ada banyak didapatkan dengan model attactment (ngangsu kawruh) di bagian lain spt bedah, IPD, anastesi dan neurologi serta masih banyak lagi, usia sebaiknya kurang dari 40 th mengingat kebutuhan SpEM sangat diperlukan di seluruh wilayah Nusantara unt memperbaiki kualitas pelayanan pasien dan korban bencana gawat darurat dg cepat, tepat dan sestabil mungkin untuk kmd mendapatkan penanganan definitif lebih lanjut sesuai dg kasus primernya di masing2 bidang kedokteran. Untuk lebih detail mengenai administrasi, pendaftaran, biaya dsb coba anda hubungi sekretariat Lab.Emergency Medicine tel.(0341)356333/356334 psw 1048 hub. sekretaris EM Mbak Ria, demikian selamat bergabung
waw saya selalu tertarik dengan emergency care,semoga setelah lulus dokter umum saya bisa lanjut ke spesialis EM.Amin
Wah senang sekali kalau sbg generasi muda ada yg mau bergabung dg kami utk percepatan perbaikan mutu pelayanan kesehatan gadar di Indonesia
Selamat siang, saya sangat tertarik dengan emergency medicine, yang ingin saya tanyakan adalah apakah seorang sp.em dibekali kemampuan dan kewenangan untuk melakukan pembedahan darurat spt app perforasi? Terimakasih.
Selamat siang, saya sangat tertarik dengan emergency medicine, yang ingin saya tanyakan adalah apakah seorang sp.em dibekali kemampuan dan kewenangan untuk melakukan pembedahan darurat spt app perforasi? Terimakasih.
Selamat siang dok, mohon maaf. apa boleh saya minta email dokter? saya dr.Deif dari Kupang NTT. Ada beberapa pertanyaan mengenai Sp.EM yang mau saya tanyakan dok.
Terima kasih banyak atas balasannya, terima kasih.
Masih ingat kami dok, keluarga Dr.Danial,M.Kes.
Sempat kita sekeluarga serumah di rumah dinas kab.Yapen Waropen. Suamiku,danial,waktu itu,kepala puskesmas di Kec.Menawi. Gimana kabar kevin,dok. Umur berapa sekarang?
Posting Komentar